Daftar isi · 9 bagian
Ringkasan yang baik mengikuti tujuan dan struktur sumber tanpa menyalin kalimatnya.
Tentukan tujuan dan pesan utama teks.
Catat hubungan antargagasan penting.
Gunakan bahasa sendiri, lalu cek terhadap sumber.
Tujuan belajar
Setelah materi ini, kamu diharapkan mampu menemukan tujuan dan gagasan utama teks, mempertahankan hubungan penting, menulis dengan bahasa sendiri, serta membedakan ringkasan dari kutipan dan parafrasa.
- Memisahkan gagasan utama dari contoh atau rincian
- Memetakan hubungan sebab, perbandingan, urutan, atau masalah-solusi
- Memadatkan teks tanpa menambah pendapat baru
- Menyebut sumber secara jelas
Bedakan tiga cara memakai sumber
Kutipan memakai kata sumber secara langsung dan harus ditandai sebagai kutipan. Parafrasa menyampaikan bagian tertentu dengan susunan kata baru, biasanya dengan tingkat rincian yang mirip. Ringkasan memadatkan gagasan utama dari bagian yang lebih panjang.
Ketiganya tetap membutuhkan pengakuan terhadap sumber. Bahasa sendiri tidak mengubah asal gagasan. Pilih bentuk sesuai tujuan: kutip bila kata aslinya penting, parafrasa bila rincian tertentu dibutuhkan, dan ringkas bila pembaca hanya membutuhkan gambaran inti.
Temukan tulang punggung teks
Bayangkan teks sebagai tubuh. Gagasan utama dan hubungan antargagasan adalah tulang punggung; contoh, angka, dan ilustrasi merupakan bagian pendukung. Ringkasan dapat memendekkan bagian pendukung, tetapi tidak boleh mematahkan hubungan yang membuat argumen masuk akal.
Tanyakan apa yang ingin dijelaskan atau dibuktikan penulis. Untuk setiap bagian, tulis satu kalimat fungsi: memperkenalkan masalah, memberi sebab, menunjukkan bukti, membandingkan pilihan, atau menawarkan solusi. Peta fungsi ini menjadi rancangan ringkasan.
Langkah meringkas
Baca teks secara utuh sebelum mulai memangkas kalimat. Setelah mengetahui tujuan, tandai gagasan yang diperlukan agar pembaca memahami kesimpulan. Tutup sumber ketika membuat draf pertama agar susunan kalimat asli tidak terbawa tanpa sadar.
- Nyatakan tujuan teks dalam satu kalimat
- Tulis satu gagasan penting dari setiap bagian
- Hubungkan gagasan sesuai struktur sumber
- Hapus pengulangan dan contoh yang tidak diperlukan
- Bandingkan draf dengan sumber untuk memeriksa makna
Ringkasan tidak harus mengikuti jumlah paragraf sumber. Namun urutan baru tidak boleh membuat sebab terlihat sebagai akibat atau mengubah tingkat kepastian penulis.
Contoh bertahap
Misalkan teks sumber buatan menjelaskan bahwa sebuah kebun sekolah mengurangi sampah organik dengan kompos. Paragraf pertama memaparkan masalah sampah, paragraf kedua menjelaskan pemisahan sisa makanan, dan paragraf ketiga menyebut kompos digunakan kembali pada tanaman.
Ringkasan yang tepat dapat berbunyi: “Program kebun sekolah mengolah sisa makanan menjadi kompos untuk mengurangi sampah organik dan menyuburkan tanaman.” Kalimat ini mempertahankan masalah, proses, dan hasil tanpa membawa semua rincian.
- Masalah: sampah organik sekolah
- Proses: sisa makanan dipisahkan dan dikomposkan
- Hasil: sampah berkurang dan kompos digunakan pada kebun
Contoh tersebut bersifat latihan buatan. Saat meringkas sumber nyata, tetap sebutkan sumber dan cek apakah kata seperti “mengurangi” didukung teks, bukan kesimpulan tambahan dari penulis ringkasan.
Jaga tingkat kepastian
Kata “mungkin”, “menunjukkan”, dan “membuktikan” tidak setara. Jika sumber menyatakan suatu hasil mungkin terjadi, ringkasan tidak boleh mengubahnya menjadi kepastian. Demikian pula, pendapat satu narasumber tidak boleh ditulis seolah menjadi kesepakatan semua pihak.
Periksa juga siapa melakukan apa. Pemadatan yang terlalu agresif dapat membuat pelaku, waktu, atau ruang lingkup hilang sehingga pembaca menarik kesimpulan lebih luas daripada sumber.
Jebakan dan kesalahan umum
Kesalahan pertama adalah menyalin satu kalimat dari setiap paragraf lalu menggabungkannya. Hasilnya lebih pendek, tetapi belum tentu menyatu. Kesalahan kedua adalah memasukkan pendapat atau contoh baru. Kesalahan ketiga adalah menghapus konteks yang membatasi klaim.
Jebakan lain adalah membuat ringkasan hampir sepanjang sumber. Jika semua rincian dianggap penting, kembali ke tujuan pembaca. Pilih informasi minimum yang diperlukan untuk memahami argumen, bukan informasi yang sekadar menarik.
Latihan mandiri
Ambil artikel pendek yang memiliki tiga sampai lima bagian. Buat peta dan ringkasan dengan langkah berikut.
- Tulis tujuan teks dalam satu kalimat
- Beri label fungsi pada setiap bagian
- Buat ringkasan maksimal tiga kalimat
- Garisbawahi kata yang menunjukkan sebab, perbandingan, atau kepastian
- Tambahkan nama dan tautan sumber
Pembahasan latihan
Periksa apakah ringkasan menyebut gagasan utama, mempertahankan hubungan, dan tidak memperkenalkan klaim baru. Bandingkan setiap kalimat dengan bagian sumber yang mendukungnya. Jika satu kalimat tidak dapat ditelusuri, hapus atau perbaiki.
Lalu cek kemandirian bahasa. Susunan kalimat seharusnya lahir dari petamu, bukan sekadar pola sumber dengan sinonim. Ringkasan yang kuat pendek karena memilih, bukan karena memotong kata secara acak.
Sumber materi
- Purdue OWL — Quoting, Paraphrasing, and Summarizingowl.purdue.edu